Pemkab Bojonegoro Targetkan Cetak 838 Sarjana

Suaradesa.co (Bojonegoro) – Salah satu  program prioritas Pemerintah Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, adalah meningkatkan  sumber daya manusia (SDM). Seperti program satu desa dua sarjana dan beasiswa scientis.

Kepala Dinas Pendidikan Bojonegoro, Dandi Suprayitno menjelaskan, program beasiswa satu desa dua sarjana yang digulirkan Pemkab Bojonegoro untuk pemerataan pendidikan khususnya bagi warga miskin agar tetap bisa mengenyam pendidikan perguruan tinggi.

“Program tersebut untuk peningkatan sumber daya manusia agar  berdaya saing yang berkualitas di era digitalisasi,” ujarnya, Senin (18/5).

Program ini, lanjut Dandi untuk pemerataan ilmu pengetahuan dan keterampilan masing-masing orang atau warga yang memerlukan, serta mengurangi jumlah mahasiswa yang putus kuliah karena kurangnya biaya pendidikan.

Ditambahkan, beasiswa satu desa dua sarjana ini juga merupakan bentuk penghargaan dan apresiasi dari Pemkab bagi mahasiswa Bojonegoro untuk lebih berprestasi baik secara akademik maupun non akademik.

“Dengan program ini Bojonegoro setiap tahun akan memiliki lulusan Sarjana 838 orang,” pungkas Dandi.

Dari data yang didapat, syarat Pengajuan Beasiswa Satu Desa Dua Sarjana  antara lain

Dinas Pendidikan menyampaikan informasi beasiswa pendidikan tinggi warga miskin satu desa dua sarjana melalui korwil pendidikan kecamatan, sekolah dan website.

“Calon penerima beasiswa mendaftar melalui Dinas Pendidikan Kabupaten Bojonegoro dengan melampirkan persyaratan,” lanjutnya.

Tim seleksi Dinas Pendidikan Kabupaten Bojonegoro menyeleksi usulan yang telah masukIV. Dinas Pendidikan Bojonegoro mengajukan SK tentang penetapan calon penerima beasiswa yang memenuhi syarat kepada Bupati Bojonegoro

Dalam hal jumlah pemohon besiswa yang memenuhi syarat melebihi pagu yang terpasang di DPA dinas pendidikan maka penetapan penerima didasarkan pada ranking IP mahasiswa/ ranking nilai ujian sekolah berdasarkan desa tempat tinggalnya.

“Bupati Bojonegoro menetapkan penerima beasiswa pendidikan tinggi warga miskin satu desa dua sarjana,” pungkasnya. (*Sar)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *