HeadlineKabar Kota

Pemdes Purwosari Dukung Pengembangan Hidroponik Saat Pandemi Covid-19

120
×

Pemdes Purwosari Dukung Pengembangan Hidroponik Saat Pandemi Covid-19

Sebarkan artikel ini

Suaradesa.co (Pureosari) – Pemerintah Desa Purwosari, Kecamatan Purwosari, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, mendukung langkah warganya yang mengembangkan hidroponik dengan memanfaatkan halaman rumah.

“Salah satunya warga saya yang bernama Wahyu Wibowo,” ujar Kepala Desa Purwosari, Umi Zumrotin, Senin (13/7/2020).

Dia mengatakan, langkah yang dilakukan warganya tersebut dinilai sangat tepat. Apalagi, dengan kondisi Pandemi Covid-19 yang membuat sebagian orang kesulitan mendapatkan pekerjaan.

“Dengan memanfaatkan tanaman hidroponik ini, selain untuk konsumsi keluarga juga bisa dijual,” imbuhnya.

Pihaknya mendukung dengan memberikan bantuan berupa pipa paralon sebagai sarana tanaman dan pembinaan agar usaha yang dirintis semakin berkembang.

Baca Juga :  Serah Terima Banpol di Bojonegoro: Bupati Anna Ajak Berpolitik dengan Riang Gembira

Terpisah, Wahyu Wibowo (30) mengaku telah mengembangkan tanaman hidroponik seperti selada dan kangkung selama hampir 1 tahun. Bermula saat diberhentikan dari pekerjaannya di Surabaya.

“Saya kena PHK dan terpaksa pulang kerumah, jadi mulai usaha ini dari internet dan terus saya kembangkan,” ujarnya.

Ia mengatakan, modal awal hanya sekitar ratusan ribu rupiah untuk membeli bibit dan sarana prasarana hidroponik. Kemudian terus berkembang hingga sekarang.

“Satu hari, saya mendapatkan laba kotor hingga Rp200.000,” imbuhnya.

Baca Juga :  Cakupan Vaksinasi Penyandang Disabilitas dan ODGJ di Bojonegoro Capai Target

Sayuran hasil berkebunnya itu, masih dijual di pasar lokal Purwosari juga melalui media sosial. Selain itu, ia juga masih mengenalkan lebih luas lagi ke masyarakat di luar Desa Purwosari.

“Kalau selada sudah ada yang mengambil, rata-rata penjual burger atau makanan cepat saji,” tandasnya.

Dia berharap, masyarakat sekitar bisa mengikuti jejaknya dalam berbudidaya tanaman secara hidroponik. Selain murah, perawatan mudah, juga bisa menghasilkan rupiah.

“Kami juga dapat support dari pemdes setempat, terimakasih,” pungkasnya. (*Naf)

Penulis ; Nafita Sari

Editor ; H Ulya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *