HeadlinePeristiwa

Pelaku Pengoplos LPG di Blora Melarikan Diri, Petugas Amankan Karyawan

19
×

Pelaku Pengoplos LPG di Blora Melarikan Diri, Petugas Amankan Karyawan

Sebarkan artikel ini

Suaradesa (Blora) –
Kepolisian Resort Blora, Jawa Tengah, menggelar konferensi pers di halaman Mapolres, terkait hasil penggerebegan dugaan pengoplosan gas elpiji, dari tabung 3 kg ke tabung 12 kg, yang dilakukan oleh Satuan Reserse Kriminal Polres Blora, pada hari Minggu sore (27/3/2022) kemarin.

Kapolres Blora, AKBP Aan Hardiansyah, menjelaskan, terkait kronologis kejadian pengungkapan kasus itu.

Dia mengungkapkan, Satuan Reserse Kriminal Polres Blora telah melakukan penggerebegan di Dukuh Kedungringin, Desa Ngliron, Kecamatan Randublatung terkait laporan dari masyarakat.

“Aduan tersebut, adanya dugaan pengoplosan LPG di rumah terduga N,”ungkapnya, Senin (28/3/2022).

Dari penggerebakan itu, pihaknya telah mengamankan tiga orang karyawannya, berikut barang buktinya ratusan tabung LPG 3 kg, dan 12 kg, regulator dan handphone.

Tiga tersangka yang diamankan adalah para pekerja pengoplos LPG di Desa Ngliron, Randublatung.

Baca Juga :  Banser Bojonegoro Bedah Rumah Lansia Bersama Farida Hidayati

Pelaku N sekaligus pemilik rumah yang dijadikan tempat mengoplos, diduga telah melarikan diri bersama keluarganya, sebelum digerebek oleh Satreskrim Polres Blora.

“Pelaku sekaligus pemilik rumah yaitu N melarikan diri bersama keluarganya sebelum digerebek oleh anggota kami dari Satreskrim,”tukasnya.

Namun, berhasil mengamankan tiga orang karyawannya yang bernama R, DS dan G, yang ketiganya bukan warga setempat, dan akan terus mendalami kasusnya, untuk hasil dan kemana penjualannya.

Kapolres juga mengkonfirmasi kepada ketiga tersangka, yang telah diamankan tersebut, terkait berapa lama mereka bekerja dalam pengoplosan barang bersubsidi yang diawasi oleh Pemerintah termasuk Aparat Kepolisian tersebut.

“Mereka rata – rata baru bekerja di situ, dengan dibayar harian Rp. 100 ribu, dan baru berjalan dua mingguan ini,” bebernya.

Ancaman Pidana Berlapis
Saat dikonfirmasi pelanggaran dan ancaman Pidana, Kapolres AKBP Aan mengungkapkan bahwa para pelaku telah melakukan pelanggaran beberapa tindak pidana pasal berlapis.

Baca Juga :  Bantu Pengobatan Ibu, Pelaku Pencurian Helm Dibebaskan Melalui RJ

“Nantinya akan diterapkan pada hukuman yang tertinggi,”tegasnya.

Kepada para pelaku akan kami terapkan beberapa pasal yaitu Pasal 35 huruf d juncto Pasal 23 UU RI Nomor 22 tahun 2001 tentang Minyak dan Gas Bumi, kedua Pasal 62 Juncto Pasal 8 ayat (1) huruf d, UU RI nomor 08 tahun 1999, tentang Perlindungan Konsumen, ketiga Pasal 30, Pasal 31, Pasal 32 ayat (2) UU RI tahun 1981 tentang metrologi legal, dan terakhir Pasal 106 UU RI Nomor 7 tahun 2014 tentang Perdagangan dengan ancaman Pidana penjara paling lama 5 tahun penjara.

“Denda paling banyak Rp. 2 Milyar, kami akan terapkan pasal yang hukumannya tertinggi,” pungkasnya. (han)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *