HeadlineKabar Kota

Pansus II DPRD Bojonegoro Dukung Pembangunan Pasar Hewan Tahap II

23
×

Pansus II DPRD Bojonegoro Dukung Pembangunan Pasar Hewan Tahap II

Sebarkan artikel ini

Suaradesa.co (Bojonegoro) – Pansus II Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, mendukung pembangunan pasar hewan di Desa Kedungbondo, Kecamatan Balen, segera dilaksanakan.

Anggota Pansus II, Lasuri, mengatakan, pembangunan pasar hewan tersebut memang belum sempurna karena baru memasuki pekerjaan tahap satu.

Menurutnya, pekerjaan tahap dua telah dianggarkan oleh dinas terkait yakni Dinas Perdagangan, Koperasi dan Usaha Mikro sebesar Rp4 miliar di Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Perubahan tahun 2021.

“Namun, karena di APBD-P waktunya mepet, maka hasil konsultasi dengan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) adalah dianggarkan di APBD Induk 2022,” tukasnya usai rapat Pansus II Pertanggungjawaban LKPJ Bupati di Ruang Komisi B, Jumat (18/3/2022).

Baca Juga :  Rawan Longsor, Pemkab Bojonegoro Segera Relokasi PKL di Tanggul TBS

Masih banyak fasilitas umum yang harus disempurnakan pada bangunan berikutnya seperti toilet, mushola, tempat istirahat, dan juga penghijauan.

“Kita akan ke lokasi untuk ikut mengecek dan mengawasi fasilitas apa saja yang harus dilengkapi,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Perdaganga, Koperasi dan Usaha Mikro, Sukemi, mengaku saat ini proses ULP untuk review kebutuhan apa saja yang harus dilengkapi sesuai kebutuhan awal.

“Sehingga pelaksanaan tahap kedua sempurna dan sesuai dengan kebutuhan awal,” imbuhnya.

Menurutnya, fasilitas tambahan yang akan dibangun nantinya adalah lokasi display sapi indukan atau besar karena yang sekarang baru sapi kecil atau anak sapi, tempat penurunan sapi, dan rumah pemeriksaan sapi.

Baca Juga :  SBI Bagikan Hewan Kurban untuk Memperingati Idul Adha 1444 Hijriah

“Target pembangunan bulan Juni tahun ini sudah harus dimulai,” imbuhnya.

Dia mengungkapkan, jika pembangunan pasar hewan dipusatkan di Desa Kedungbondo karena titik lokasi tersebut dianggap strategis terlebih adanya jembatan Bojonegoro-Tuban di Kecamatan Kanor.

“Selain itu, lokasi pasar hewan yang lama yakni di Desa Banjarjo, Kecamatan Bojonegoro sudah tidak tepay lagi karena mengikutiperkembangan kota,”imbuhnya.

Dia menyatakan, jika para pedagang sapi kebanyakan dari dari timur dan utara Bojonegoro. Harapannya, masyarakat bisa bertransaksi dengan mudah, cepat dan meningkatkan perekonomian. (*Rin)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *