Home / Headline / Kabar Kota

Selasa, 12 Mei 2020 - 17:25 WIB

Kuliah Online Machine Learning di Lapangan Banyu Urip Blok Cepu

Suaradesa.co (Bojonegoro) – Operator Lapangan Minyak Banyu Urip, ExxonMobil Cepu Limited (EMCL) menggelar kuliah umum bekerja sama dengan Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya, Selasa (12/5/2020).

Berbeda dengan kegiatan kuliah umum sebelumnya, kuliah umum kali ini berjalan secara online.

Meski dilaksanakan melalui webinar, animo dan antusiasme dari peserta sangat tinggi dan menghadirkan pembicara seorang Insinyur Teknik Mesin.

Kegiatan ini diikuti oleh 110 peserta yang berasal dari kalangan mahasiswa hingga rekan-rekan dari industri hulu migas seperti Rekayasa Industri, SKF Indonesia, Saka Energi Indonesia dan Medco Energi.

Bertajuk Predictive Maintenance, kuliah umum ini disampaikan oleh beberapa pemateri kuliah diantaranya, Dhany Arifianto Dosen Teknik Fisika ITS, Husnu Kusuma Insinyur Teknik Mesin EMCL, serta Rexy Mawardijaya Juru Bicara dan Humas EMCL.

“Ini adalah tantangan era baru dimana tak harus bertatap muka, kita semua bisa menimba ilmu. Dukungan EMCL dalam kegiatan ini sangat berarti bagi kami. Terima kasih sudah menyempatkan untuk berbagi ilmu dengan mahasiswa kami,” ujar Dhany Arifianto selaku dosen.

Baca Juga :  Antisipasi Macet di Lamongan, Satlantas Bojonegoro Lakukan Rekayasa Lalin

Sesi kuliah yang berlangsung tiga jam ini berjalan dengan sangat antusias, Husnu menyampaikan beberapa materi yang berkaitan dengan maintenance diantaranya standar operasi yang berlaku dan sistem proteksi mesin.

Husnu juga menyampaikan tentang bagaimana prosedur analisis performa mesin yang berlaku di EMCL menggunakan standar operasi yang berlaku.

“Di EMCL, kita menggunakan berbagai standar untuk mengevaluasi performa mesin diantaranya menggunakan ISO 22096 Condition Monitoring and Diagnostics Machines, API RP 691 Risk Based Machinery Management dan API 670 Machinery Protection System,” tutur Husnu.

Setelah sesi pemaparan selesai, Dhany selaku dosen yang mengampu mata kuliah Predictive Maintenance dan Monitoring Getaran kemudian membuka tanya jawab yang disambut hangat oleh peserta.

Khusnun salah satu peserta dari kelas ini menyampaikan dirinya cukup penasaran bagaimana Artificial Inteligence atau Machine Learning diterapkan pada sistem operasi di Lapangan Minyak Banyu Urip.

Baca Juga :  Pemdes Clebung Gali Potensi Alam dari Air Terjun Pucang

Berdasarkan pengalaman Khusnun, ia pernah membuat model predictive maintenance untuk mengidentifikasi Ball Bearing Defect.

Setelah tanya jawab mengenai predictive maintenance selesai, perkuliahan dilanjutkan dengan pemaparan tentang program pengembangan masyarakat yang dilakukan EMCL di wilayah sekitar operasi Lapangan Banyu Urip.

Pemaparan ini dilakukan oleh Rexy Mawardijaya selaku Humas dan Juru Bicara EMCL. Rexy menyampaikan kegiatan operasi ini tidak akan berjalan dengan lancar tanpa dukungan masyarakat di wilayah sekitar.

“Secanggih apapun teknologi yang kita miliki, sinergi antara EMCL dengan masyarakat penting untuk menunjang ketahanan energi nasional,” ungkap Rexy.

Di penutup sesi perkuliahan, Rexy memaparkan kepada seluruh peserta tentang capaian yang telah diraih oleh Lapangan Banyu Urip.

“Produksi kami saat ini mencapai 220,000 bopd dan merupakan penyumbang hampir 25% minyak nasional,” pungkas Rexy.(sar/*)

Share :

Baca Juga

Kabar Kota

Pengurus MKGR Dilantik, Lebarkan Sayap Demi Kemajuan Masyarakat Bojonegoro

Headline

Banggar DPRD Bojonegoro Terima Penyampaikan Laporan Rancangan KUA P-PAS APBD-P

Kabar Kota

Sinergitas Untuk Mendorong Tumbuhnya Penyerapan Gas Bumi Domestik Yang Lebih Besar

Headline

Bojonegoro Bersholawat, Bupati Anna Ajak Berdoa Demi Keselamatan dan Kesehatan

Headline

Tingkatkan Kapasitas, BPD dari Tiga Kabupaten Ikuti Bimtek

Headline

Bupati Buka Pelatihan Hidroponik untuk Warga Binaan Lapas Bojonegoro.

Kabar Kota

Bagi Hasil Bea Cukai Tembakau Tingkatkan Ekonomi

Headline

Timlak Desa Dander Dan Ngunut Adakan FGD Program Penataan Sumber Air