HeadlineSerba Serbi

Kisah Remaja 19 Tahun Buka Bengkel Sendiri usai Ditinggal Orang Tua

17
×

Kisah Remaja 19 Tahun Buka Bengkel Sendiri usai Ditinggal Orang Tua

Sebarkan artikel ini

Suaradesa.co (Dander) – Sejak ditinggal kedua orang tuanya meninggal dunia, bagi Ramadhan Ardi Rahmansyah (19) bukanlah hal mudah.

Lulus sekolah SMA pada 2019 silam, sudah seharusnya remaja asal Desa Mojoranu, Kecamatan Dander, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, tersebut belajar lagi ke jenjang kebih tinggi di bangku kuliah.

Namun, takdir berkata lain. Setelah sang Ayah meninggal dunia pada Desember 2019, lalu Ibu yang dicintainya-pun menyusul pada Maret 2020. Impian melanjutkan perkuliahanpun kandas.

Meski memiliki dua saudara kandung, namun pria yang akrab disapa Rama ini tidak mau berpangku tangan. Berbekal ilmu yang didapat semasa sekolah dulu, ia akhirnya nekat membuka bengkel sendiri.

Baca Juga :  Jamur Barat, Lauk Khas di Bubulan Saat Musim Hujan

Beruntung, ada sahabat yang bersedia meminjamkan garasi dan halaman rumahnya untuk disulap menjadi bengkel sederhana.

Dengan modal seadanya, Rama mulai merintis bisnis di tengah pahitnya suasana Pandemi Covid-19. Bengkel yang melayani service motor dan pengecatan ini setiap harinya ramai pelanggan.

“Setiap hari ada dua sampai tiga motor yang datang minta diservice,” ujarnya.

Biasanya, pelanggan yang datang tersebut rata-rata ganti oli, servis mesin, cat ulang dan masih banyak lagi.

Baca Juga :  Februari, Vaksinasi Akan Dilakukan di 48 Faskes di Bojonegoro

“Biaya servis juga sangat murah, antara Rp15.000 sampai Rp25.000 tergantung pelayanan yang diminta,” tandasnya.

Di usianya yang masih belia, Rama, tidak pantang menyerah dan menjadi ugal-ugalan karena ditinggal orang tua. Meski perokok, namun dia menghindari narkotika dan minuman keras.

“Justru dengan menyibukkan diri di bengkel, menghilangkan rasa sedih atas kepergian orang tua,” lanjutnya.

Dia berharap, ke depan nasib berpihak padanya. Bengkel yang dirintisnya bisa menjadi besar dan membanggakan mendiang kedua orang tuanya. (*rin)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *