HeadlineKabar Desa

Keluhkan Hasil Tes Perades di Desa Kalisumber

38
×

Keluhkan Hasil Tes Perades di Desa Kalisumber

Sebarkan artikel ini

Suaradesa.co (Bojonegoro) – Sebanyak 201 peserta mengikuti tes perangkat desa (Perades) di beberapa desa yang tersebar di Kecamatan Tambakrejo, Kabupaten Bojonegoro, Senin (31/5/2021).

Salah satunya adalah tes Perades di Desa Kalisumber. Namun, dari hasil pengumuman terdapat kejanggalan.

Hal ini nampak dari hasil nilai peserta yang sudah diumumkan terdapat selisih yang sangat banyak.

Salah satu narasumber yang mewanti-wanti untuk tidak disebutkan namanya mengungkapkan, jika hasil nilai yang diumumkan tidak masuk akal.

“Nilai yang diumumkan beda jauh antara peserta satu dengan lainnya,” keluhnya kepada suaradesa.co

Baca Juga :  Dukungan Mitro'atin Perbaikan Jalan Menuju Bendungan Karangnongko

Dia mengaku, jika nilai yang diperoleh 3 orang yang lolos tersebut rata-rata mencapai 80 lebih. Sementara peserta yang lain hanya 50, 60, dan 70 itupun sedikit.

“Yang lolos nilainya hampir sama semua, rata-rata 80 keatas,” tukasnya.

Banyak indikasi-indikasi yang mengarah pada kecurangan seperti kedekatan peserta dengan kepala desa sampai issue adanya jual-beli jabatan.

“Kalau warga memang tidak bisa membuktikan adanya jual beli jabatan. Tapi memang gosip di lapangan santer sekali terdengar,” tandasnya.

Ada tiga lowongan di Desa Kalisumber yang diperebutkan puluhan peserta, diantaranya kasi pelayanan, kasi kesejahteraan rakyat, dan kepala dusun.

Baca Juga :  Panen Raya Melon, Disperta Bojonegoro Dukung Petani Kalicilik

Dikonfirmasi terpisah, Camat Tambakrejo, Hari Kristianto, mengaku, hari ini pelaksanaan tes perangkat desa di wilayahnya berjalan dengan lancar.

“Bahkan, saat penilaian ujian dilakukan secara transparan yakni menggunakan layar proyektor yang dipasang di luar ruangan agar semua peserta ikut menyaksikan prosesnya,” imbuh Hari.

Sementara, Kepala Desa Kalisumber Mokhamad Yantoro belum memberikan respon saat dikonfirmasi Suaradesa. Baik pesan pendek maupun telephone belum ada balasan. (*Rin)

Respon (3)

  1. Yang jadi pertanyaan, kenapa satu kecamatan yang lolos tes semuanya nilai rata¬≤ 80 keatas,, seperti ada skm nya….

  2. Memang sulit untuk membuktikan adanya jual beli jabatan.ini sebagai pengalan di daerahku .
    Antara peserta dgn pihak petugas penguji sudah ada pertemuan tata cara pengisian soal yaitu dengan cara petugas penguji masuk ruangan memberi isarat yg sudah diberitahukan sebelum pelaksanaan nb tes.

  3. rumangsane gusti turu, giliran kebongkar lagek do sambat nangis-nangise nang gusti… woalah dul-dul gusti mbok ge guyon kwkwkwkwkwkwk, jaan ra wedi kuwalat tenan gayane

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *