Home / Headline / Kabar Desa

Senin, 9 November 2020 - 19:25 WIB

Kades Ngraho Persilahkan Warga Lapor Polisi Jika Terbukti Curang

Suaradesa.co (Ngraho) – Pemerintah Desa Ngraho, Kecamatan Gayam, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, mengaku menerima masukan dari warga yang tergabung dalam Rumangsa (Forum Warga Ngraho Bersatu) terkait hasil tes perangkat desa.

“Kalau mau melaporkan ke polisi, tidak apa-apa jika ada bukti. Itu hak mereka, kami sudah menjelaskan jika semua proses telah sesuai aturan,” kata Kepala Desa Ngraho, Muksin, Senin (9/11/2020).

Diungkapkan, jika tahapan demi tahapan sudah dilakukan. Bahkan, semua dilaksanakan secara transparan. Tidak ada kecurangan yang dituduhkan beberapa pihak.

“Penilaian juga dilakukan ditempat, dan hasilnya pun disampaikan secara terbuka,”tegasnya.

Dari 64 pendaftar yang ingin mendapatkan pekerjaan di Pemdes Ngraho, hanya yang benar-benar bisa mengikuti tes dengan benar dan nilai tinggi untuk mengisi 4 lowongan yang disediakan.

Baca Juga :  Peringati Hari Hutan Sedunia, Aksi GELAR#2 Tanam 10.000 Pohon Di Bojonegoro-Tuban

“Ada empt lowongan, salah satunya sekretaris desa. Dan selama ini, sudah sangat terbuka sekali,” tegasnya.

Pihaknya berharap, dengan lolosnya empat calon perangkat desa kondisi Pemerintahan di Desa Ngraho bisa lebih baik dari sebelumnya.

“Harapannya kedepan bisa lebih maju dan memiliki inovasi bukan malah menimbulkan masalah,” tegasnya.

Muksin meminta agar warga yang mengikuti tes perangkat desa namun tidak lolos, untuk legowo dan menerima hasil tes dari panitia.

Sementara itu, koordinator aksi, Ghozali mengaku, bersama ratusan warga lainnyameminta kepada panitia dan kades agar tidak melantik dan mengulang seleksi Perangkat Desa.

Baca Juga :  Pemdes Sukorejo Awali Pamsimas dengan Doa Bersama

“Kami kecewa karena adanya nama- nama yang sudah dimunculkan dan dikabarkan akan menang dalam ujian,” tukasnya.

Ternyata, dari hasil seleksi ujian nama-nama yang diisukan tersebut lolos dalam seleksi perangkat desa.

“Kami merasa ada kecurangan dalam hal tersebut, panitia harus jujur dan kepala desa harus berterus terang dengan adanya dugaan yang kami sampaikan,” ujar Ghozali.

Dalam tuntutannya, pihaknya juga akan melaporkan prosesi seleksi perangkat desa kepada pihak kepolisian.

“Karena ada dugaan jual beli Jabatan senilai Rp300 juta,” tegasnya.

Indikasi jual beli Jabatan senilai Rp300 juta ditemukan atas keterangan salah satu peserta yang diminta uang oleh anaknya Kades.

Share :

Baca Juga

Headline

Sosialisasikan Kebijakan Stimulus OJK, Farida Hidayati Bagikan 500 Paket Sembako

Headline

1.889 KK Di Kecamatan Padangan Terima Pencairan BLT DD Tahap III

Headline

Inilah Perubahan Susunan Jadwal Seleksi Kange Yune 2021 di Bojonegoro

Headline

Dua Kecamatan di Blora Lantik Perangkat Baru

Kabar Desa

Pemdes Campurejo Keluhkan Program CSR dari Pertamina EP Asset 4 Sukowati Field

Headline

Pemdes Sambiroto Siapkan Hadiah Rp10 Juta di HUT RI ke-75

Headline

Vaksinasi di Kabupaten Bojonegoro Tembus 70 Persen

Headline

Farida Hidayati Sosialisasi Kebijakan Stimulus OJK kepada Masyarakat Terdampak Covid-19 di Wilayah Tuban