Home / Headline / Kabar Kota

Sabtu, 14 Mei 2022 - 14:12 WIB

Inovasi Pengolahan Sampah di Bojonegoro Jadi Gas Metana

Suaradesa.co (Bojonegoro) – Inovasi pengelolaan sampah terus berkembang dari tahun ke tahun. Di antaranya melalui inovasi kreatif dan bermanfaat bagi lingkungan mendukung Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bojonegoro menuju Zona Integritas (ZI) Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) dan Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM) di tahun 2022.

Berbagai inovasi dan ide kreatif pengolahan sampah dilakukan oleh DLH, di antaranya pengolahan sampah menjadi gas metana, gas metana menjadi energi listrik, sampah plastik menjadi bahan bakar solar dan sampah daun menjadi pupuk kompos.

Menariknya, kompos ini pun dimanfaatkan sebagai pupuk di pusat pembibitan di Desa Sukowati, Kecamatan Kapas, Kabupaten Bojonegoro.

Rabu lalu (11/5/2022) tim publikasi dari Pemkab Bojonegoro berkesempatan memantau langsung cara pengolahan berbagai sampah di dua titik lokasi. Salah satunya di tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Banjarsari, Kecamatan Trucuk dan TPS 3R (reuse, reduce, recycle) Kelurahan Banjarejo, Kecamatan Bojonegoro.

Pengolahan terpusat sendiri dilakukan di TPA Banjarsari, sementara khusus pembuatan pupuk kompos memanfaatkan lahan TPS 3R Kelurahan Banjarejo.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bojonegoro, Hanafi menjelaskan, inovasi pertama yaitu sampah menjadi gas metana sebagai alternatif pengganti LPG. Warga juga telah memanfaatkan gas metana dari semula 24 KK, menjadi 44 KK di tahun 2022. Penggunaan gas metana sebagai bahan baku memasak juga menggunakan kompor khusus yang telah dimodifikasi.

Baca Juga :  Hindari Gagal Lelang: Pansus IV DPRD Bojonegoro Rekomendasikan OPD Rekrut Tenaga Ahli

“Inovasi lainnya berupa pengolahan limbah plastik menjadi solar, yang dimanfaatkan sebagai bahan bakar incenerator. Dan alat yang digunakan untuk membakar limbah padat, dioperasikan dengan memanfaatkan teknologi pembakaran pada suhu tertentu,” tegas Hanafi.

Selanjutnya, reaktor pirolisis merupakan alat yang digunakan untuk mencairkan limbah plastik seperti botol dan kantong plastik. Dengan syarat limbah plastik dalam kondisi kering, pencairan memakan waktu kurang lebih 6 jam di suhu 180 derajat. Namun, jika kondisi plastik kering maksimal 4 jam sudah bisa cair.

“Pengolahan sampah dedaunan di TPS 3r menjadi Pupuk Kombo (Kompos Bojonegoro). Produksi Pupuk Kombo awalnya 100 kilogram/Minggu, saat ini menjadi 600 kilogram/Minggu dan digunakan untuk memupuk seluruh ruang terbuka hijau di Bojonegoro, maupun kebutuhan pembibitan lainnya,” paparnya.

Perlu diketahui, berdasarkan data dari Dinas Lingkungan Hidup, di Bojonegoro dalam sehari mampu menghasilkan 35.03 ton sampah per hari. Sehingga inovasi-inovasi pengolahan sampah sangat dibutuhkan untuk mengurangi limbah.

Sementara itu, lokasi pembibitan sendiri terletak di Desa Sukowati, Kecamatan Kapas. Yakni pusat pembibitan dari biji, batang tanaman keras dan bunga, dan saat ini telah memproses sebanyak 480.000 batang tanaman yang telah ditanam oleh masyarakat atau kurang lebih 300.000 pohon

Baca Juga :  Pendataan SDGs Desa di Bojonegoro Capai 100 Persen

“Dari berbagai inovasi tadi, TPA Banjarsari juga menjadi destinasi edukasi tema lingkungan bagi pelajar mulai dari tingkat SD, SMP hingga SMA. Tak hanya inovasi pengolahan sampah, saat ini telah ada 168 bank sampah se-Kabupaten Bojonegoro,” imbuhnya.

Masih menurut Hanafi, kegiatan ini merupakan bentuk pencanangan Satu Desa Satu Bank Sampah (SDSB) di tahun 2016. Selain itu, juga terbentuknya paguyuban pengepul sampah berkah dan pemulung oleh DLH Kabupaten Bojonegoro. Paguyuban ini juga berdampak pada peningkatan pendapatan dan pengepul dan pemulung di Kabupaten Bojonegoro.

“Tahun 2016, DLH juga mendapatkan penghargaan 35 besar sinovic dengan ide-ide inovasi kreatif tadi,” ucapnya.

Terpisah, Isro’fi, warga Banjarsari yang tinggal di sekitar TPA dan telah memanfaatkan gas metana untuk kebutuhan memasak dan berjualan sehari-hari.

Menurut Isro’fi, gas metana ini juga dimanfaatkan sebagai energi listrik. Semula menghasilkan 1.500 watt, kini mampu menghasilkan 5.000 watt.

“Dan digunakan untuk menerangi lingkungan wilayah sekitar TPA Banjarsari, khususnya gedung perkantoran,” pungkasnya. (*Rin)

Ikuti kabar terkini suaradesa.co di Google News

Share :

Baca Juga

Headline

Festival Ecobrik di Desa Karangagung

Kabar Kota

Tangkal Radikalisme dan Seruan Moral

Headline

Pria Asal Desa Siwalan Gantung Diri Diduga Terlilit Pinjaman Online

Headline

Pemdes Jatiblimbing Mulai Bangun Jembatan Darurat

Headline

Pemerintah Pusat Sambut Baik, Bupati Bojonegoro Sebut Perda Dana Abadi Pendidikan Ukir Sejarah

Headline

Kajari Bojonegoro : Kades Jangan Seenaknya Kelola Keuangan Desa

Headline

Pansus 1 Selesaikan Draft Raperda Perubahan Tentang Ruang Terbuka Hijau di Bojonegoro

Headline

Kadin Bojonegoro Minta PT BBS Tingkatkan Pendapatan dari Sewa The Resindent Melalui Re-Negosiasi