HeadlineKabar Desa

Festival Ecobrik di Desa Karangagung

884
×

Festival Ecobrik di Desa Karangagung

Sebarkan artikel ini

Suaradesa.co (Tuban) – Di sebagian ruas jalan menuju taman P3ST Desa Karangagung, Kecamatan Palang, Kabupaten Tuban, Jawa Timur, mendadak penuh ratusan botol bekas kemasan air mineral dan sampah plastik.

Namun, tumpukan material sampah yang sulit terurai itu bukannya mengotori jalan. Melainkan, terangkai menjadi “Ecobrick” atau bata ramah lingkungan sehingga lebih menarik dan memiliki nilai ekonomis.

Adalah yayasan eL-SAL Indonesia, salah satu lembaga pendamping sekaligus mitra Lapangan Banyuurip, Blok Cepu, ExxonMobil Cepu Limited (EMCL) yang bergerak di bidang pengelolaan sampah berbasis masyarakat. Di tahun 2021 menggelar festival Ecobrick di Desa Karangagung, Kecamatan Palang, Kabupaten Tuban, Kamis (23/12/2021).

Agenda pertama menurut Ketua Umum eL-SAL Indonesia, Ahmad Shohib, bermaksud untuk menyadarkan masyarakat akan bahaya sampah plastik. Terutama, terhadap alam maupun lingkungan sekitar.

“Sebab perilaku buang sampah sembarangan dapat menyebabkan bencana alam. Termasuk menyebabkan banyaknya spesies flora dan fauna mati terbunuh oleh racun sampah-sampah yang sulit terurai alam,” ujarnya.

Baca Juga :  Keberhasilan Penerapan Sistem Irigasi Tetes Meningkatkan Pertanian Buah Semangka di Desa Nganti

Dalam pelaksanaan festival Ecobrick ini juga ada demo pembuatan kreasi ecobrick dari ahlinya. Belasan peserta mengikuti kegiatan ini.

Kepala Desa Karangagung, Aji Agus Wiyoto, mengajak masyarakat untuk mendaur ulang sampah plastik. Sekaligus menyukseskan program pemerintah desa maupun Kabupaten Tuban dalam hal pengelolaan sampah. Sehingga, terwujud cita-cita Karangagung yang asri

Aji mengatakan, keberadaan ecobrick dianggap menjadi solusi masalah sampah plastik yang sederhana namun visioner.

Camat Palang, Rohmad, juga mengungkapkan hal senada. Dengan keberadaan taman Ecobrick oleh ExxonMobil Cepu Limited dan Yayasan El-SAL sangat memberikan manfaat luar biasa. Khususnya, pengurangan sampah dan pengelolaan sampah menjadi baik

Ia berharap dengan adanya festival Ecobrick menjadi permulaan awal kesadaran masyarakat akan pentingnya pengelolaan sampah.

Perwakilan EMCL, Joni Wicaksono menegaskan, gerakan Ecobrick ini bukanlah hanya gerakan seremionial saja. Tetapi, akan berlanjut dengan gerakan-gerakan kreatif.

Baca Juga :  Pemdes Mojodeso Pertahankan Zona Hijau Melalui PPKM Mikro

“Oleh karena itu, Ini sebuah solusi karena tanggung jawab moral bagi kita semua,” lanjutnya.

Kepedulian lingkungan dimulai sedini mungkin untuk mengantisipasi adanya polusi bagi lingkungan sekitar dan menciptakan lingkungan yang bersih dan sehat. Sampah plastik menjadi sebuah permasalahan dan harus kita atasi bersama.

“Semoga momentum ini menjadi sebuah kesadaran, meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap sampah dan mengelola sampah dengan baik,” ungkapnya.

Perwakilan PRKP Warsito kabupaten Tuban menjelaskan Festival ini sangat bermanfaat dan menciptakan anak-anak yang kreatif dalam hal pemanfaatan sampah plastik yang tidak dapat terurai.

“Membangun kesadaran bersama dalam hal kebersihan lingkungan melalui pengelolaan sampah, mendorong budaya bersih dan produktif, serta meningkatkan peran aktif dalam pengelolaan sampah, mengedukasi tentang permasalahan dan memberikan solusi terhadap sampah plastik,” pungkasnya. (*Fa)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *