HeadlineKabar Kota

Desa Nganti Bersiap Jadi Kampung Tangguh Semeru

126
×

Desa Nganti Bersiap Jadi Kampung Tangguh Semeru

Sebarkan artikel ini

Suaradesa.co (Nganti) – Kapolres Bojonegoro, AKBP M. Budi Hendrawan melaksanakan kunjung kerja dalam rangka kesiapan Kampung Tangguh Semeru di Desa Nganti, Kecamatan Ngraho, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timut pada Kamis (9/7). Kapolresu mengucapkan terima kasih Kepada Desa Nganti yang sudah siap dalam penanganan Covid-19.

Ia menuturkan, Kampung Tangguh Semeru merupakan kolaborasi Tiga Pilar Plus yakni Bhabinkamtibmas, Babinsa, Kades dan elemen masyarakat serta relawan. Jadi semua kegiatan yang berhubungan dengan Covid-19 dikerjakan secara bergotong royong demi kebaikkan bersama.

Tim gugus tugas penanganan dan penanggulangan Covid-19 juga bisa menangani konflik sosial dan Harkamtibmas yang ada di desa. Untuk saat ini trend kejahatan yang ada di Kabupaten Bojonegoro yakni curanmor, jambret, narkoba, pekelahian dan radikalisme. Untuk kasus curanmor, Polres Bojonegoro sudah mengamankan tersangka dan puluhan barang bukti sepeda motor termasuk pelaku jambret, narkoba dan perkelahian sudah kita lakukan penyidikan dan penahanan.

Baca Juga :  Masa Transisi 1 Tahun, Ini Cara Gunakan Meterai Rp3.000 dan Rp6.000

“Tolong, Tiga Pilar Plus yang ada di Desa Nganti untuk disampaikan kepada masyarakat jangan sekali-kali meninggalkan sepeda motor dengan kunci kontak masih menempel, yang kita ungkap kasus curanmor atas pengakuan tersangka mengambil sepeda motor dengan kunci kontak masih menempel. Untuk kasus jambret ini rata-rata korbannya adalah wanita, dengan membawa tas di cangklong kemudian di tarik atau di taruh laci depan sepeda motor,” tandas Kapolres.

Kapolres juga menyampaikan untuk kasus perkelahian yang ada di Kabupaten Bojonegoro tidak ada penangguhan atau tidak ada toleransi bagi pelaku perkelahian, sejak awal sudah ada kesepakatan tetap dilakukan penyidikan hingga penahanan. Semua perguruan silat mengajarkan budi pekerti yang baik, ajaran yang baik dan sopan santun kepada semua orang.

“Untuk pelaku perkelahian tidak ada toleransi atau penangguhan. Tetap lanjut,” ucap dia.

Baca Juga :  Pemberhentian Dirut PT ADS Sesuai Perda No 3 Tahun 2017

Sedangkan untuk paham radikalisme, Kapolres Bojonegoro berharap kepada Tiga Pilar Plus untuk selalu mengawasi setiap adanya pendatang di desa. Masyarakat tidak mudah percaya isu-isu atau ajakan dari seseorang ataupun kelompok radikal yang ingin mencuci pemikiran dan pemahaman aliran tentang jihad dan ajakan untuk melakukan aksi teror.

“Apa bila ada seseorang atau pendatang dengan menutup diri, tidak pernah bergaul dengan tetangga maka patut dicurigai dan segera melaporkan ke Bhabinkamtibmas, Babinsa atau Kades untuk segera ditindak lanjuti,” imbuhnya.

AKBP M. Budi Hendrawan juga mengimbau kepada masyarakat Desa Nganti Kecamatan Ngraho Kabupaten Bojonegoro agar bersama-sama untuk menjaga Kamtibmas tetap aman, damai dan kondusif. Saling mengingatkan, bekerja sama dalam hal yang positif dan tidak kalah pentingnya jangan lengah dan jadilah Polisi bagi diri sendiri.

 

Penulis : Humas Polres Bojonegoro

Editor : H. Ulya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *