HeadlineKabar Kota

Buah Naga Jadi Alternatif Pertanian di Lahan Sempit

128
×

Buah Naga Jadi Alternatif Pertanian di Lahan Sempit

Sebarkan artikel ini

Suaradesa.co (Wotanngare)- Sugiono, warga Desa Wotanngare, Kecamatan Kalitidu, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur memanfaatkan lahan pertanian yang sempit untuk menanam buah naga. Ia merasakan, hasil panen buah naga lebih menguntungkan bila dibandingkan dengan tanaman lain.

“Awal mula saya bertani menanam buah naga karena di lahan saya sering mengalami gagal panen padi karena kurang air. Akhirnya saya menanam buah naga karena buah naga masih bisa hidup meskipun kekurangan air,” kata Sugiono, Rabu (1/7/2020).

Selain  dia buah naga, ia juga menanam pohon randu dan kelor sebagai tanaman penyangga buah naga, yang juga bisa diambil untuk pakan ternak dan penghijauan lingkungan yang panas dan gersang.

Baca Juga :  Ring 1 JTB Berharap Peningkatan Infrastruktur Pertanian

“Sekarang buah naga yang saya tanam sudah berbuah. Alhamdulillah sudah sering panen dan tidak kesulitan menjual buah naga. Karena banyak orang dari desa saya maupun desa lain yang berkunjung untuk membeli buah naga langsung ke kebun saya sambil foto foto,” ungkapnya.

Dia menerangkan setiap tahun bisa panen sekitar 700 kg dengan harga Rp8.000 sampai Rp9.000 perkilogram. Ditargetkan, 3 tahun lagi buah naganya bisa panen 3 ton di lahan yang sempit kurang dari seperempat hektar.

Baca Juga :  Desa Campurejo Sudah Nikmati PAD Dari BUMDes

“Saya berharap jika pertanian buah naga saya sukses bisa diikuti oleh petani lain. Sekaligus bisa menjadi ikon desa wisata baru di desa,” pungkasnya.

Ditambahkan saat ini sudah ada satu orang yang ikut menanam buah naga di lahan pekarangan yang selama ini tidak produktif.(ati/*)

Penulis : Jarwati

Editor : H. Ulya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *