Suaradesa.co (Bojonegoro) – Indonesia merupakan negara yang kaya budaya. Bukan hanya kuliner khas daerah saja, upacara tradisional di berbagai daerah di Nusantara menarik untuk disimak, salah satunya tradisi pemakaman.
Seperti halnya pemakaman yang ada di selatan Bojonegoro, di setiap kuburan di sana terdapat rumah kecil minimalis yang sederhana atau lebih di kenal masyarakat sekitar dengan istilah Cungkup.
Menurut Sipan warga Desa Nglampin Kecamatan Ngambon, Kabupaten Bojonegoro, mengatakan, memberikan cungkup di kuburan ada ritualnya tersendiri.
Biasanya sebelum di cungkup pihak keluarga mengadakan hajatan yang mana harus ada panggang ayam dan sayur mayur yang telah di tentukan.
“Untuk sejarahnya sendiri saya tidak tau, akan tetapi itu telah menjadi adat istiadat setempat yang tidak mungkin di tinggalkan,” ujar pria paruh baya yang berusia hampir 90 tahun itu.
Muhammad Hafidz seorang tokoh masyarakat Desa Malingmati Kecamatan Tambakrejo juga mengatakan, bahwasanya mengasih cungkup di kuburan itu adalah suatu bentuk penghormatan kepada orang tuanya.
“Biasanya keluarga di datangi dalam mimpi di suruh merawat kuburannya,” katanya kepada wartawan suaradesa.co.
Dia juga melanjutkan, bahwasanya jika di tinjau dari segi agama itu tergantung tanah pemakaman dan kesepakatan yang ada di daerah tersebut. Jika di pemakaman umum di kasih cungkup dan nisan itu tidak di perbolehkan tetapi ini semua sudah menjadi adat istiadat dan kearifan lokal.
“Semua itu sudah menjadi adat istiadat yang sudah sangat melekat di masyarakat setempat, kalau hukum sebenarnya memang tidak di perbolehkan,” terangnya.
Namun dalam penerapan hal demikian pada kuburan orang lain yang bukan keluarga kita, alangkah baiknya jika hukum demikian disampaikan secara santun dan bijaksana, sebab hal ini merupakan persoalan yang sensitif.
“Apabila dirasa ketika hukum demikian disampaikan kepada orang lain dan diyakini menyebabkan perpecahan dan kemudaratan yang lebih besar daripada maslahat yang ada, maka lebih baik tidak disampaikan, dengan tetap berusaha mengupayakan cara yang lebih baik, tutupnya.(sya)







