Suaradesa.co, Bojonegoro – Sebanyak 57 siswa SDN Panjunan 2 Kalitidu terlibat aktif dalam kegiatan ekstrakurikuler kepurbakalaan bertajuk The Bone Hunter Team, yang digelar setiap pekan di Museum 13 Panjunan.
Kegiatan edukatif ini turut menggandeng mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik Kolaboratif (KKN-TK) Kelompok 10 Universitas Bojonegoro dan dilaksanakan pada Senin (4/8/2025).
Ekstrakurikuler ini dirancang tidak hanya berfokus pada pembelajaran di museum, tetapi juga mengajak para siswa menjelajah langsung ke berbagai situs bersejarah yang ada di Bojonegoro.
Para peserta diperkenalkan pada beragam peninggalan purbakala seperti fosil hewan purba dan benda-benda bersejarah yang menjadi bagian dari kekayaan lokal.
Salah satu aktivitas yang paling diminati adalah kegiatan gladak – pencarian fosil yang dilakukan secara mandiri di bawah pendampingan. Melalui praktik ini, siswa diajarkan teknik-teknik dasar dalam mengoleksi serta mengidentifikasi fosil dan artefak yang berkaitan dengan studi kepurbakalaan.
Pembina The Bone Hunter Team, Alif Andriyati, memberikan pengarahan mengenai perlengkapan dasar yang wajib dibawa saat pencarian, seperti scop, kuas, cangkul kecil, hingga wadah penyimpanan fosil. Ia juga menekankan pentingnya ketelitian dan kehati-hatian selama proses penggalian untuk menjaga kelestarian temuan.
“Kegiatan ini bukan hanya untuk belajar, tapi juga sebagai upaya melestarikan geopark Bojonegoro melalui edukasi generasi muda,” ujarnya.
Dengan pendekatan pembelajaran langsung di lapangan, kegiatan ini diharapkan mampu menumbuhkan rasa cinta dan kepedulian siswa terhadap warisan sejarah serta keanekaragaman hayati purba daerah mereka.(red)







