Pertamina EP Cepu
Energi

Desa Sukoharjo Masih Menunggu Status Desa Penghasil Migas

275
×

Desa Sukoharjo Masih Menunggu Status Desa Penghasil Migas

Sebarkan artikel ini
lapangan Kedung Keris
lapangan Kedung Keris

Bojonegoro, 29 September 2023 – Lokasi lapangan minyak Kedung Keris (KDK) di Desa Sukoharjo, Kecamatan Kalitidu, menjadi sorotan karena hingga saat ini belum ditetapkan sebagai desa penghasil minyak dan gas bumi (migas). Padahal, lapangan minyak KDK telah menghasilkan rata-rata 20 ribu barel per hari (BPH).

Pemerintah Desa (Pemdes) Sukoharjo Kecamatan Kalitidu telah meminta penetapan status desa penghasil migas kepada Pemerintah Kabupaten (Pemkab) sejak tahun 2021.

Kepala Desa Sukoharjo, Sulistyawan, menyatakan keinginannya untuk segera mendapatkan status tersebut karena desa Sukoharjo telah terdampak langsung oleh keberadaan lapangan KDK.

“Sampai saat ini masih belum ditetapkan desa penghasil migas, padahal terdampak langsung,” ungkap Kades Sukoharjo.

Baca Juga :  Regu Penyelamat Lapangan Banyu Urip dari Desa Mojodelik

Dia menekankan bahwa upaya yang telah dilakukan selama ini masih belum terealisasi, dan pihaknya masih menantikan penetapan status tersebut.

Desa Sukoharjo, yang berada dekat dengan lapangan KDK, telah merasakan berbagai dampak dari aktivitas migas yang dioperatori oleh ExxonMobil Cepu Limited (EMCL). Dampak tersebut mencakup berkurangnya lahan pertanian dan timbulnya konflik sosial karena harapan warga terhadap manfaat dari minyak di desa mereka.

Masih terdapat harapan dari Pemdes Sukoharjo bahwa status desa penghasil migas segera ditetapkan untuk mempercepat pembangunan di desa mereka dan memberikan manfaat yang lebih besar bagi masyarakat setempat.

Baca Juga :  Produksi Minyak dan Gas Turun, DBH Tuban 2024 Merosot Signifikan

Pemerintah setempat dan pihak terkait diharapkan untuk menjalankan proses penetapan status desa penghasil migas dengan cermat untuk mengatasi dampak sosial dan lingkungan yang mungkin muncul seiring dengan peningkatan produksi minyak di lapangan Kedung Keris.

Untuk diketahui, lapangan KDK saat ini mampu menghasilkan 20 ribu BPH per hari. Produksi lapangan KDK pada tahun 2019 melebihi perkiraan awal, yang hanya mencapai 10 ribu BPH. Lapangan Kedung Keris memiliki peran strategis dengan kontribusi signifikan dalam menopang produksi Lapangan Banyu Urip, meskipun hanya memiliki satu sumur, berbeda dengan Lapangan Banyu Urip yang memiliki 30 sumur.(rin/zen)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *