Ekonomi

Transparansi APBN: Tahun 2023, Bojonegoro Berhasil Meningkatkan Pendapatan dan Belanja

34
×

Transparansi APBN: Tahun 2023, Bojonegoro Berhasil Meningkatkan Pendapatan dan Belanja

Sebarkan artikel ini
KPPN beri penghargaan satker

Bojonegoro – Transparansi dan keterbukaan informasi seputar penyaluran Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) dalam Konferensi Pers Kinerja APBN tahun 2023 digelar oleh Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara (KPPN) Bojonegoro pada Rabu (23/01/2024).

Kabupaten Bojonegoro dan Lamongan turut tercakup dalam wilayah kerja KPPN ini.

Dari data yang terhimpun, realisasi pendapatan di area KPPN Bojonegoro, yang melibatkan Kabupaten Bojonegoro dan Lamongan, berhasil melampaui target yang ditetapkan, baik target tahun 2023 maupun secara year on year.

Target pendapatan tahun 2023 sebesar Rp 3.976 miliar, tetapi realisasi pendapatan mencapai Rp 4.888 miliar, dengan deviasi realisasi penerimaan yang melebihi target sebesar Rp 911 miliar.

Begitu pula dengan target pengeluaran yang ditetapkan sebesar Rp 7,930 miliar, namun realisasi pengeluaran melonjak menjadi Rp 9,443 miliar, menciptakan deviasi pengeluaran sebesar Rp 1,513 miliar.

Dibandingkan dengan tahun sebelumnya, kinerja pendapatan tahun 2023 mengalami kenaikan signifikan sebesar Rp 1.514 miliar atau 44,88 persen.

Baca Juga :  Pemkab Tuban Salurkan Hewan Kurban di Momen Idul Adha

Peningkatan ini terutama disumbang oleh pendapatan dari Cukai yang naik sebesar Rp 1.148 miliar (59 persen), PPn sebesar Rp 296 miliar (52 persen), dan PNBP lainnya sebesar 117 miliar (81 persen).

Sementara itu, PPh non migas turun sebesar Rp 25 miliar, dan PBB turun Rp 16,79 miliar dibanding tahun 2022.

Dalam hal kinerja belanja APBN tahun 2023, terjadi kenaikan sebesar Rp 137 miliar (18 persen) dibanding tahun sebelumnya, terutama dari belanja kementerian atau lembaga (K/L) yang mengalami kenaikan sebesar Rp 127 miliar (47 persen).

Transfer ke daerah (TKD) juga meningkat sebesar Rp 1,366 miliar (19 persen), dengan Dana Bagi Hasil (DBH) menyumbang kenaikan terbesar sebesar Rp 1,196 miliar (34 persen).

Dalam Konferensi Pers ini, Kepala KPPN Bojonegoro, Teguh Ratno Sukarno, menyampaikan bahwa pendapatan telah melampaui target, mencapai 97 persen dari target 95 persen.

Baca Juga :  Prabowo-Gibran Menang Telak dalam Quick Count Pilpres 2024

“Pendapatan melampaui target, baik target 2023 sendiri maupun year on year-nya. Karena ada peningkatan tarif, salah satunya penerimaan cukai,” ungkapnya.

Teguh juga menyoroti besarnya belanja operasional, terutama honor dan biaya perjalanan dinas dari satuan kerja (satker) di lingkup KPPN Bojonegoro.

Ia berharap agar ke depannya honor dapat berkurang, sambil mengingatkan bahwa perencanaan menjadi hal krusial untuk meningkatkan kualitas kinerja.

Ditanya mengenai Indikator Kinerja Pelaksanaan Anggaran (IKPA), Teguh mengungkapkan bahwa perencanaan masih menjadi kendala di beberapa satker.

“Perencanaan ini yang harus kita dorong. Teman-teman di satker, masih belum bisa merencanakan,” katanya.

Ia menambahkan bahwa dorongan akan diberikan untuk lebih memprioritaskan perencanaan ke depannya.

“Kita ke depan mulai harus menyadarkan teman-teman di satker, agar untuk perencanaan lebih diprioritaskan,” tandas Teguh.(rin/zen)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *