Ekonomi

SPBU Mini di Pelosok Bojonegoro Hampir Sebulan Tutup, Warga Terpaksa Beli BBM Eceran

×

SPBU Mini di Pelosok Bojonegoro Hampir Sebulan Tutup, Warga Terpaksa Beli BBM Eceran

Sebarkan artikel ini

Suaradesa.co, Bojonegoro – Sejumlah SPBU mini di wilayah pelosok Kabupaten Bojonegoro hampir satu bulan terakhir tidak beroperasi.

Ironisnya, di tengah kelangkaan SPBU mini tersebut, pedagang BBM eceran justru semakin menjamur.

Keluhan ini disampaikan warga Desa Jampet, Kecamatan Ngasem.

Salah seorang warga, Suwarno (40) mengaku sudah hampir satu bulan SPBU mini di Kecamatan Ngasem tutup.

“Sudah hampir sebulan SPBU mini di sini tutup. Padahal kami lebih memilih beli di SPBU mini karena harganya jelas dan takarannya lebih bisa dipercaya dibandingkan eceran botolan,” ujarnya, Jumat (26/12/2025).

Menurutnya, meski BBM eceran mudah ditemui, warga merasa dirugikan karena harga cenderung lebih mahal dan takaran tidak selalu sesuai.

“Kalau eceran kan kadang harganya naik, belum tentu pas satu liter. Tapi mau bagaimana lagi, motor butuh bensin,” tambahnya.

Keluhan serupa juga disampaikan warga lain. Lasmi (35).

Mereka berharap distribusi BBM bisa kembali normal, terutama untuk SPBU mini yang selama ini menjadi andalan masyarakat desa.

“Kami ini jauh dari SPBU besar. Kalau SPBU mini tutup, ya pilihan kami cuma eceran,” kata warga lainnya.

Sementara itu, hingga berita ini diturunkan, belum ada konfirmasi resmi dari Pertamina Patra Niaga terkait penyebab tutupnya sejumlah SPBU mini di wilayah pelosok Bojonegoro.

Di sisi lain, Pertamina sebelumnya memastikan bahwa stok BBM dalam kondisi aman menjelang Natal dan Tahun Baru. Namun di lapangan, warga menilai distribusi BBM belum merata, khususnya di daerah pedesaan dan pelosok Bojonegoro.(mir/him)