Pertamina EP Cepu
Ekonomi

Kegelisahan Pedagang Usai Pemkab Bojonegoro Tegaskan Miliki Aset Pasar

2375
×

Kegelisahan Pedagang Usai Pemkab Bojonegoro Tegaskan Miliki Aset Pasar

Sebarkan artikel ini
PH Pedagang Pasar, Agus Susanto rismanto (Pegang Mikrophone)
PH Pedagang Pasar, Agus Susanto rismanto (Pegang Mikrophone)

Bojonegoro- Pedagang pasar kota lama Bojonegoro meminta kepastian kepada Pemkab Bojonegoro pasca disampaikan hasil Legal Assistance (pendampingan hukum) oleh Kejaksaan Negeri setempat terkait status pasar yang merupakan aset pemerintah.

Penasehat Hukum pedagang pasar lama Kota Bojonegoro, Agus Susanto Rismanto, mengungkapkan kegelisahannya terhadap kebijakan Pemerintah Kabupaten Bojonegoro yang mengumumkan kepemilikan aset, apakah Pemkab Bojonegoro sudah memperpanjang hak sewa tanah pasar atau belum.

“Jika Pemkab Bojonegoro tidak memperpanjang hak sewa, maka tanah pasar saat ini menjadi tanah negara bebas. Kita akan menggugat BPN minta hak paten,” tegas Agus.

Polemik ini semakin rumit ketika Agus mengungkapkan bahwa pedagang sebenarnya bersedia menandatangani perjanjian yang ditawarkan oleh Pemkab Bojonegoro, namun takutnya tujuh bulan kemudian mereka diusir. Dalam kondisi ini, Agus merasa bertanggung jawab atas nasib para pedagang yang diusir tanpa kepastian hukum yang jelas.

Baca Juga :  Stok Beras di Bulog Sub Divre III Bojonegoro Cukupi Hingga Akhir Tahun

“Jadi saya butuh kepastian, kalau pedagang diminta tanda tangan perjanjian sewa ya pasar bangun dulu dan buat raperda-nya,” tukasnya.

Menurut Agus, bukan pedagang yang memperumit situasi ini, melainkan ada yang belum “clear”. Tanah hak pakai itu sebenarnya bisa diperpanjang dan secara de facto yang menikmati adalah para pedagang. Seharusnya, Badan Pertanahan Nasional (BPN) melakukan upaya pendekatan pada pedagang untuk mengajukan hak pakai, tetapi kenyataannya BPN diam saja.

“Kita akan lawan di pengadilan,” kata Agus, dengan tekad bulat.

Di sisi lain, Khorij, salah satu pedagang, mengungkapkan seharusnya hubungan antara pemkab dengan pedagang pasar kota lama itu harmonis, bukan malah membuat resah. Ia mempertanyakan bagaimana para pedagang bisa berjualan dengan nyaman jika selalu dihembuskan kabar akan digusur atau dipindah.

Baca Juga :  Bank Jatim Bojonegoro Batasi Dana hanya Rp5 Miliar, Nasabah Kebingungan

“Bagaimana para pedagang bisa berjualan dengan enak, tapi selama ini dihembuskan kabar kami akan digusur atau dipindah,” ungkap Khorij, penuh kekhawatiran.

Khorij juga menyoroti adanya settingan-settingan negatif yang membuat ekonomi Bojonegoro melemah. Para pedagang merasa bahwa mereka tidak pernah mengganggu Pemkab Bojonegoro, justru sebaliknya, mereka memberikan pendapatan bagi daerah tersebut.

“Ini sudah selesai, mari membangun perspektif bersama. Aset dari pemerintah, jadi seperti apa pemerintah hadir ya kita tanya lagi kepastiannya seperti apa,” tegasnya. (rin/na)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *