Pertamina EP Cepu
Ekonomi

Fakta Baru Pasar Kota Bojonegoro: PT Alimdo Ampuh Abadi Berikan Hak Menempati Setelah Pelunasan Sewa

4839
×

Fakta Baru Pasar Kota Bojonegoro: PT Alimdo Ampuh Abadi Berikan Hak Menempati Setelah Pelunasan Sewa

Sebarkan artikel ini
Pasar Kota Bojonegoro
Pasar Kota Bojonegoro

Bojonegoro – Fakta baru terkuak dari hasil Legal Asissintance (LA) Kejaksaan Negeri Bojonegoro terhadap status pasar kota.

Sebelumnya, Kepala Seksi Intelijen (Kasi Intel) Kejaksaan Negeri Bojonegoro, Reza Aditya Wardhana, menyampaikan hasil pendampingan hukum terkait penyelesaian sengketa antara Pemkab dan pedagang pasar kota.

Ia menegaskan bahwa gedung dan tanah pasar kota adalah aset negara.

“Harapan kami adalah adanya titik temu antara pedagang dan Pemkab mengenai jumlah retribusi yang mengacu pada Peraturan Bupati (Perbup),” tambahnya.

Berdasarkan Surat dari Sekretaris Daerah Kabupaten Bojonegoro Nomor 188/2545/412.013/2023 tanggal 20 Desember 2023 dan Surat Kuasa Khusus Nomor 032/2519/412.303/2023 tanggal 15 Desember 2023, hasil pelaksanaan pendampingan hukum (Legal Assistance) telah mengungkap beberapa fakta penting.

Pembangunan Pasar Kota Bojonegoro dimulai pada tahun 1992, melalui sebuah kerjasama antara Pemkab Bojonegoro dan PT. Alimdo Ampuh Abadi.

Kesepakatan ini dituangkan dalam Surat Perjanjian Kerjasama Nomor 197/02/409.12/1992 tanggal 29 Desember 1992. Pasar ini selesai dibangun pada tahun 1994, dan PT. Alimdo Ampuh Abadi kemudian mengadakan perjanjian sewa beli dengan para pedagang, yang dituangkan dalam akte sewa beli di hadapan Notaris Yatiman Hadisuparjo, S.H.

Baca Juga :  Pemberdayaan UMKM Bojonegoro Dorong Pertumbuhan Ekonomi Lokal

Dalam akte sewa beli tersebut, PT. Alimdo Ampuh Abadi diberikan kewenangan untuk menjual dan mengalihkan hak menempati kios atau ruang usaha di Pasar Kota Bojonegoro.

Namun, ada perbedaan penafsiran mengenai istilah “sewa beli” yang digunakan. Sewa beli ini bukan dalam konteks leasing dengan opsi kepemilikan, melainkan memberikan hak menempati setelah pelunasan sewa.

Kerjasama pembangunan Pasar Kota Bojonegoro mendasarkan pada ketentuan Pasal 35 Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 4 Tahun 1979 tentang Pelaksanaan Pengelolaan Barang Pemerintah Daerah.

Kesepakatan ini sesuai dengan konsep Bangun Guna Serah yang diatur dalam Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 19 Tahun 2016.

Berdasarkan Pasal 229 Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 19 Tahun 2016, jangka waktu Bangun Guna Serah (BGS) maksimal adalah 30 tahun tanpa perpanjangan. Jika diasumsikan jangka waktu kerjasama dimulai pada 29 Desember 1992, maka kerjasama ini berakhir pada 30 Desember 2022.

Jaksa Pengacara Negara Kejari Bojonegoro telah melakukan berbagai upaya koordinasi dan penelusuran dokumen terkait perjanjian tersebut. Namun, dokumen asli Surat Perjanjian Kerjasama tentang Pembangunan Pasar Kota belum ditemukan.

Baca Juga :  Harga Beras di Bojonegoro Mencapai Rp 16.000, Sementara Gabah Tembus Rp 8.400 per Kilogram

Meski demikian, berdasarkan sertifikat Hak Pakai dan putusan pengadilan, status keperdataan dan kepemilikan Pasar Kota Bojonegoro oleh Pemkab Bojonegoro tetap kuat.

Mengingat perjanjian kerjasama telah berakhir pada 30 Desember 2022, status Pasar Kota Bojonegoro sekarang sepenuhnya menjadi aset Pemkab Bojonegoro. Hal ini berarti bahwa pengelolaan dan pemanfaatan pasar tersebut selanjutnya menjadi kewenangan penuh Pemkab dan diatur sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Didalam keputusan LA, disebutkan jika dalam rapat penyelesaian pada 18 Januari 2024, para pedagang menyatakan keberatan untuk digusur dan dipindah. Pasar Kota Bojonegoro dinilai memiliki sejarah dan telah lama menjadi tempat mencari nafkah bagi mereka.

Para pedagang menginginkan agar Pemkab Bojonegoro merenovasi pasar dan membuat perjanjian baru terkait pemanfaatan pasar yang telah direnovasi.

Kepala Dinas Perdagangan dan UKM Bojonegoro, Sukaemi, menyampaikan bahwa tidak akan ada relokasi bagi para pedagang di Pasar Kota Bojonegoro. Namun, pembangunan tidak akan dilakukan sebelum tercapai perjanjian baru.

“Kami berharap, para pedagang bisa mentaati aturan,”pungkasnya. (rin/na)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *