Ekonomi

Antisipasi Konflik Air di Dua Desa, Bhabinkamtibmas Sumberjo Lakukan Patroli

308
×

Antisipasi Konflik Air di Dua Desa, Bhabinkamtibmas Sumberjo Lakukan Patroli

Sebarkan artikel ini
Antisipasi Konflik Air Bhabinkamtibmas Sumberjo Lakukan Patroli
Antisipasi Konflik Air Bhabinkamtibmas Sumberjo Lakukan Patroli

Bojonegoro – Akibat kekeringan yang melanda persawahan karena kurangnya aliran air di musim tanam padi, dua anggota Bhabinkamtibmas dari Polsek Sumberrejo melaksanakan patroli bersama di perbatasan dua desa pada Minggu malam (19/05/2024).

Patroli ini bertujuan untuk mengantisipasi potensi konflik antara warga Desa Teleng dan Desa Kayulemah yang berebut air untuk irigasi sawah.

Bhabinkamtibmas Desa Teleng, Aipda Yudi, menjelaskan kepada media bahwa banyak sawah di sektor timur aliran Waduk Pacal mengalami kekeringan, memaksa para petani yang bergantung pada pertanian untuk mencari air guna mengairi lahan mereka.

Baca Juga :  Pemerintah Tuban Mendaftarkan Batik Tulis Tenun Gedog sebagai Indikasi Geografis

Kekeringan ini berpotensi memicu konflik antar warga yang berebut air.

“Belajar dari tahun lalu, terjadi gesekan antar warga karena perebutan air. Oleh karena itu, kami melaksanakan patroli bersama untuk menjaga situasi di wilayah perbatasan ini tetap kondusif,” ujar Aipda Yudi.

Berdasarkan kesepakatan melalui GHIPPA, pada Minggu, 19 Mei 2024 pukul 18.00 WIB hingga Senin, 20 Mei 2024 pukul 18.00 WIB, Desa Teleng dijadwalkan menerima suplai air.

Sementara itu, Desa Kayulemah mendapat giliran pada Senin, 20 Mei 2024 pukul 18.00 WIB hingga Selasa, 21 Mei 2024 pukul 18.00 WIB.

Baca Juga :  Bupati Blora Serahkan Bantuan Rp 300 Juta untuk Kelompok Peternak Ikan Lele

“Namun, dari pantauan semalam saat patroli, air baru sampai di persawahan Desa Teleng sekitar pukul 24.00 WIB,” jelas Aipda Yudi.

Para petani mengeluhkan bahwa jadwal aliran air yang telah ditentukan masih dirasa kurang memadai.

Pada usia 40 hari setelah masa tanam, kondisi tanah sawah sangat kering (NELO) dan ketersediaan air di embung-embung sebagai alternatif juga mengalami kekeringan.(rin/zen)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *