Suaradesa.co (Bojonegoro) – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Bojonegoro, sangat mengapresiasi program pembangunan jembatan terusan Bojonegoro-Tuban (TBT).
Ketua Komisi B, Sally Atyasasmi, mengatakan, jembatan ini merupakan mimpi warga Kecamatan Kanor. Karena, sebenarnya bukan hanya kali ini, tapi sudah disuarakan semenjak puluhan tahun yang lalu.
“Sudah dari dulu, aspirasi yang kita terima dari warga Kanor waktu itu, ingin punya jembatan yang bisa bikin mereka ga perlu muter balik untuk ngangkut material, untuk pekerjaan mereka, juga untuk jalur perdagangan biar gak terlalu jauh. Karena kalau jauh ongkos transportasinya menjadi mahal,”tegas Politisi asal Partai Gerindta ini.
Namun, karena anggaran tidak mencukupi, dan kondisi politik tidak mendukung, sehingga itu hanya sebatas mimpi untuk warg Kanor.
“Tapi hari ini menjadi bukti bahwa pemerintah Kabupaten Bojonegoro benar-benar serius mewujudkan mimpi tersebut,”tandasnya.
Dengan dibangunnya jembatan ini bukan hanya koneksivitas antar dua daerah tetapi juga membangun ekonomi masyarakat sekitar.
Tidak hanya membangun koneksi secara fisik infrastuktur tapi juga mereka mendapatkan banyak kemudahan secara ekonomi, secara transportasi menjadi lebih cepat, lebih dekat dan lebih hemat juga.
“Langkah selanjutnya, kita akan memetakan bahwa jalur ini adalah jalur transportasi dan perdagangan,”lanjutnya.
Yang kedua, bisa memetakan bahwa dengan adanya jembatan ini, kawasan Desa Semambung yang sebelumnya mati, justru menjadi jantung perekonomian warga.
“Dengan adanya jembatan ini bisa menjadi pusat ekonomi baru karena pintu masuk dua Kabupaten,”tandas Manager Persibo ini.
Mimpi masyarakat telah terwujud hari ini, masyarakat Bojonegoro sudah memiliki jembatan yang bagus, dan hanya tinggal menggunakan fasilitasnya saja.
“Oleh karena itu harus punya tanggung jawab merawat baik kebersihannya juga lingkungannya agar bisa menjadi tempat yang nyaman bagi tempat tinggal warga sekitar dan juga pelaku bisnis,”pungkasnya. (*Rin)