Berita Utama

Remaja Jampet Terima Jasa Menggambar Tangan dengan Henna

165
×

Remaja Jampet Terima Jasa Menggambar Tangan dengan Henna

Sebarkan artikel ini

Suaradesa.co (Jampet) – Membuat hiasan di tangan khususnya bagian jemari dengan Henna, ternyata tidak mudah. Butuh keahlian khusus dalam melakukannya.

Seperti yang dilakukan Fatimah (19), remaja asal Desa Jampet, Kecamatan Ngasem, yang mengaku masih terus belajar menghias tangan dan jemari menggunakan Henna. Pertama belajar adalah mengikuti kegiatan ekstrakurikuler disekolahnya.

“Sebenarnya bisa, tapi butuh belajar lebih lama lagi,” kata mahasiswi UIN Sunan Giri Bojonegoro ini.

Dalam mendesain gambar dikulit, gadis berparas manis ini masih membutuhkan bantuan internet. Banyak desain yang bisa dicontoh untuk dikerjakannya.

“Ini saja masih nyontek desain gambar di internet, belum mahir sih,” ujarnya merendah.

Baca Juga :  Tasyakuran Hari Jadi Kabupaten Blora Ke-272

Tidak hanya sering dimintai bantuan calon pengantin, Fatimah juga sering menghias tangan teman-teman dan tetangganya jelang Hari Raya Idul Fitri.

“Rame itu kalau pas Idul Fitri, banyak yang minta di Henna,” ungkapnya malu-malu.

Meski tidak mematok harga, namun perempuan berhijab ini berupaya untuk membuat gambar seindah mungkin. Dengan motif bunga, sulur daun, dan lain sebagainya, dia menggunakan merk Henna yang berkualitas.

“Ini agak lumayan bagus bikinnya. Masih sekolah tahun lalu ya jelek banget,” imbuh Guru bantu di sekolah negeri di Desa Jampet ini. .

Baca Juga :  Pemkab Bojonegoro Mulai Gelar Vaksinasi Massal

Dia berharap, kemampuannya dalam menggambar tangan dan jari seseorang semakin meningkat. Mengingat, kondisi Pandemi Covid-19 sekarang yang memaksa semuanya mengurangi aktivitas diluar rumah.

“Bisa buat tambahan uang jajan lah, kalau ngajar kan nunggu situasi normal. Sekarang masih libur sekolahnya,” lanjutnya.

Firda (20) salah satu pelanggan mengungkapkan, desain atau motif yang digambar Fatimah dinilai bagus. Meski tidak semahir dan hasilnya tidak sebagus di internet, namun cukup jika hanya untuk bergaya.

“Cuma untuk gaya-gayaan saja. Aku suka berhias soalnya,” tandas mahasiswi di salah satu Universitas swasta Bojonegoro. (*Wed)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *