Berita UtamaSerba Serbi

Nikmatnya Paduan Kopi dan Air Kelapa di Warkop Bathok

75
×

Nikmatnya Paduan Kopi dan Air Kelapa di Warkop Bathok

Sebarkan artikel ini

Suaradesa.co (Ngraho) – Menikmati kopi menjadi hal yang wajib bagi sebagian besar orang. Bahkan, saking banyaknya penggemar kopi, hampir di seluruh sudut kota di Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, terdapat warung kopi.

Jika biasanya tersedia menu kopi dengan campuran krim, gula, susu, atau cokelat, salah satu warung kopi di Desa Ngraho, Kecamatan Ngraho, sedikit berbeda.

Penjual warkop Kopi Bathok, Afni (35), menyediakan campuran kopi yang berbeda dari biasanya. Yakni air kelapa.

Kopi dengan campuran air kelapa ini digemari banyak orang. Baik tua dan muda, kopi yang dijuluki Kopi Bathok juga khas karena cangkir yang digunakan adalah tempurung kelapa.

Baca Juga :  Warga Desa Drenges Berhasil Ciptakan Destinasi Wisata Dari Budidaya Jamur Tiram

“kopi ini banyak khasiatnya,” kata wanita berambut lurus ini kepada suaradesa.co, Sabtu (9/1/2021).

Menurutnya, selain berfungsi pengganti makanan yang berguna untuk menjaga kesehatan, Kopi bathok bisa mengeluarkan toksin atau racun dalam tubuh.

“Kalau banyak racun dalam tubuh, pertama meminumnya pasti mual dan pusing. Bisa jadi muntah,” imbuhnya.

Jika meminum Kopi Bathok secara rutin, maka toksin-toksin dalam tubuh bisa keluar. Tidak hanya itu, Kopi racikan Afni juga bermanfaat bagi penderita penyakit lambung.

“Bermanfaat bagi kesehatan lambung juga,” tukasnya.

Dari penelitian, campuran minyak kelapa sebagai pengganti karbohidrat yang akan menjadi bahan bakar agar tubuh tetap memiliki energi. Minuman berkafein seperti kopi memang dapat menghilangkan rasa lelah dan juga sebagai pendorong vitalitas.

Baca Juga :  Yatim Mandiri Tulungagung: Khotmil Qur'an dan Do'a Bersama

Setiap hari, Afni mampu menghabiskan 10 Kg kopi bubuk dan 2 Liter air kelapa. Harga per cangkirnya juga terbilang sangat terjangkau yakni Rp3000.

Khasiat Kopi Bathok ini telah dirasakan oleh salah satu pengunjung setianya. Khozinatun Muna (25), asal Kecamatan Margomulyo. Selain berkhasiat, Kopi Bathok serasa nikmat. Beda dengan kopi biasa.

Dia mengaku, selalu menyempatkan diri untuk berkunjung di warung kopi yang terletak di pinggir jalan tersebut.

“Rasanya memang beda, tidak sepekat kopi biasa. Agak hambar, namun enak di perut,” pungkasnya.(*Rin)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *