Pertamina EP Cepu
Berita UtamaKabar Kota

Mitroatin : Harus Ada Tindak Lanjut Dari Instruksi Gubernur Untuk Petani di Bojonegoro

89
×

Mitroatin : Harus Ada Tindak Lanjut Dari Instruksi Gubernur Untuk Petani di Bojonegoro

Sebarkan artikel ini

Suaradesa.co (Bojonegoro) – Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bojonegoro, Mitroatin, meminta agar semua stakeholder segera menindaklanjuti instruksi Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa saat berkunjung pada Minggu (4/4/2021) kemarin di gudang penggilingan padi Desa Banjarsari, Kecamatan Trucuk.

“Peran pemerintah daerah dan swasta sangat dibutuhkan untuk menangani permasalahan di tingkat petani termasuk anjloknya harga gabah,” tegas Ketua DPD Partai Golkar Bojonegoro ini, Selasa (6/4/2021).

Menurutnya, harus ada solusi bagi petani dalam menjaga stabilitas harga gabah dengan keterlibatan semua pihak seperti Pemkab Bojonegoro, Bulog Sub Divre III Bojonegoro dan perbankan dalam hal ini Bank Jatim.

Baca Juga :  Damkar Bojonegoro Tangkap Dua Ular Tikus

“Masing-masing harus segera menjalankan perannya. Agar nasib petani segera membaik,” tegasnya.

Politisi asal Kecamatan Tambakrejo ini mencontohkan kebutuhan dryer ( mesin pengering) bagi petani. Bahkan, Gubernur Jatim meminta pihak Bank Jatim untuk segera menjalin mitra dengan kelompok tani dalam pembelian alat tersebut.

“Alat itu kan sangat dibutuhkan petani untuk meningkatkan kualitas gabah di musim hujan, dan harganya pun mahal. Ini bisa bentuknya pinjaman bagi kelompok tani,” tukasnya.

Sedangkan peran Pemkab Bojonegoro adalah memastikan ketersediaan stok pupuk aman, menambah subsidi bagi petani, memaksimalkan program petani mandiri (PPM) dan berkolaborasi dengan Bulog agar serapan gabah dan beras di petani bisa maksimal.

Baca Juga :  Masyarakat Apresiasi Pelayanan Publik BPBD Kabupaten Bojonegoro

“Kami berharap, program petani mandiri atau PPM bisa terealisasi dan memberikan manfaat bagi para petani,” pungkasnya.

Sebelumnya, Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa, meminta semua pihak memaksimalkan peran operator dan regulator dalam menyelesaikan masalah petani.

Menurutnya, tindak lanjut dari kunjungan di Bojonegoro adalah bagaimana agar Bank Jatim bisa bekerjasama dengan Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) juga pebisnis beras supaya tersuport. (*Tya)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *