Berita UtamaKabar Desa

Menuju Desa Digital, Suaradesa Kawal Tiga Webdes Sekitar JTB

50
×

Menuju Desa Digital, Suaradesa Kawal Tiga Webdes Sekitar JTB

Sebarkan artikel ini

Suaradesa.co (Bojonegoro) – Pandemi Covid-19 sekarang ini berdampak bagi perekonomian warga khususnya Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur. Banyak tantangan tantangan sekaligus peluang bagi para pelaku ekonomi kreatif (ekraf) bisa dilaksanakan melalui Desa Digital.

Desa Digital, merupakan program pemberdayaan masyarakat melalui pemanfaatan teknologi digital dan internet dalam pengembangan potensi desa, pemasaran dan percepatan akses serta pelayanan informasi.

Menangkap peluang itu, platform media online Suaradesa.co memberi pelatihan sekaligus pendampingan bagi perangkat desa dalam mengembangkan dan mengoperasionalkan website desa.

Acara yang didukung oleh Operator Lapangan Migas, Jambaran-Tiung Biru (JTB), Pertamina EP Cepu (PEPC) ini dilaksanakan di aula PIB, Sabtu (21/11/2020).

Baca Juga :  Refleksi Hari Santri ditengah Pandemi

Sebanyak enam peserta dari tiga Desa diantaranya Desa Pelem dan Kaliombo, Kecamatan Purwosari, serta Desa Dolokgede, Kecamatan Tambakrejo.

Pemimpin Umum Suaradesa.co, Ririn Wedia, mengatakan, acara ini diharapkan menjadi pemantik desa untuk aktif menggunakan website desa.

“Pemerintah Desa bisa memanfaatkan Webdes untuk mempromosikan sekaligus mengenalkan produk unggulan mereka,” tegasnya.

JTB Site Office & PGA Manager PEPC, Edy Purnomo, mengatakan, pihaknya mendukung gagasan Suaradesa.co dalam mengembangkan desa digital.

“Kami berharap, program ini menjadi percontohan desa lain guna mengembangkan era digitalisasi di era Pandemi,” tegasnya.

Baca Juga :  Anna Mu’awanah Datangi Mapolres Bojonegoro Terkait Laporan Pencemaran Nama Baik

Dia berpesan, pelatihan ini bisa berjalan berkesinambungan. Sehingga, Desa mampu memanfaatkan isi pelatihan baik dari segi jurnalistik maupun tekhnis dalam mengelola web desa.

Salah satu peserta, Suratman dari Desa Pelem mengatakan, selama ini webdes di desanya telah diaktifkan. Namun, ia mengaku sangat jarang mengupdate artikel lantaran mengalami kesulitan menulis artikel untuk ditayangkan.

“Jadi dengan ada pelatihan ini, kami terbantu sekali untuk menyusun artikel karena ada materi mengenai jurnalistiknya,” imbuhnya.(*nue)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *