Suaradesa.co, Dharmasraya – Makanan Bergizi Gratis (MBG) yang digadang-gadang sebagai program unggulan peningkatan gizi justru menuai sorotan serius di Kabupaten Dharmasraya, Sumatera Barat.
Puluhan siswa SMAN 1 Sungai Rumbai dilaporkan mengalami gangguan kesehatan tak lama setelah menyantap makanan yang dibagikan di lingkungan sekolah, Rabu (4/2/2026).
MBG dalam insiden ini diduga menjadi pemicu kejadian luar biasa di sektor pendidikan. Data sementara yang dihimpun menyebutkan sedikitnya 89 siswa, lima ibu hamil, serta dua pegawai penyedia layanan ikut merasakan gejala serupa yang mengarah pada dugaan keracunan massal.
MBG Disorot Usai Puluhan Siswa dan Ibu Hamil Dilarikan ke Fasilitas Kesehatan
Korban satu per satu dilarikan ke RSUD Sungai Rumbai dan Puskesmas Sungai Rumbai untuk mendapatkan penanganan medis. Sejumlah di antaranya mengeluhkan mual hebat, muntah, diare, hingga demam hanya dalam hitungan jam setelah makan siang di sekolah.
Makanan yang dikonsumsi para korban diketahui dipasok oleh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Sang Surya. Namun hingga kini, belum ada penjelasan terbuka mengenai standar pengolahan, menu, maupun proses distribusi makanan tersebut.
Kepanikan juga dirasakan para orang tua. Seorang wali murid berinisial W (40) mengaku syok saat menerima telepon dari anaknya yang sudah berada di rumah sakit.
“Anak saya menelepon sambil menangis, katanya sudah dirawat di RSUD. Sebagai orang tua, jelas saya panik,” ujarnya.
Menurut pengakuan sang anak, keluhan kesehatan muncul tak lama setelah waktu makan bersama di sekolah. “Katanya baru selesai makan, perut langsung mual, muntah, lalu diare. Setelah itu guru langsung membawa ke rumah sakit,” tutur W.
Sikap tertutup justru terlihat dari pihak sekolah. Hingga berita ini diturunkan, Kepala SMAN 1 Sungai Rumbai, Rini Susila, belum memberikan pernyataan resmi terkait menu makanan maupun jumlah pasti siswa yang terdampak. Upaya konfirmasi melalui pesan WhatsApp belum membuahkan respons, meski yang bersangkutan terpantau aktif.
Pemerintah daerah pun masih berhati-hati menyikapi insiden ini. Pelaksana Tugas Sekretaris Daerah Kabupaten Dharmasraya, Jasman Rizal, menyatakan pihaknya belum dapat menarik kesimpulan.
“Kami masih melakukan pendalaman. Sampel makanan sedang diperiksa untuk memastikan apakah sumbernya dari makanan hari ini atau sebelumnya,” kata Jasman.
Ia menambahkan, pendataan korban serta uji laboratorium masih berlangsung untuk mengungkap penyebab pasti kejadian tersebut.(red)







