Pertamina EP Cepu
Berita Utama

Komisi B Gelar Hearing Soal Anjloknya Harga Gabah di Bojonegoro

62
×

Komisi B Gelar Hearing Soal Anjloknya Harga Gabah di Bojonegoro

Sebarkan artikel ini

Suaradesa.co (Bojonegoro) – Komisi B DPRD Bojonegoro, menggelar rapat dengar pendapat (hearing) dengan Pemkab Bojonegoro terkait anjloknya harga gabah di tingkat petani sekarang ini.

“Dari harga normal sekitar Rp4.600 per kilogram sampai Rp5.500 per kilogram, kini hanya berkisar Rp3.600 per kilogram saja,” kata Ketua Komisi B, Sally Atyasami, Jumat (9/7/2021).

Dia mengungkapkan, bahwa Bojonegoro tidak hanya surplus beras. Namun juga surplus gabah. Sehingga butuh solusi agar para petani tidak merugi.

“Apalagi, kendala para petani ini karena tidak cukup mampu memproduksi gabah kering giling. Selain cuaca yang tidak mendukung juga keterbatasan alat pengering,” ujarnya.

Baca Juga :  Polres Bojonegoro Salurkan 3,2 Ton Beras Zakat Fitrah

Sally mendengar, jika Pemkab Bojonegoro bekerjasama dengan pihak swasta untuk menyerap gabah.

“Namun, ada baiknya juga dilakukan penjajakan kerja sama untuk menyerap gabah dan beras hingga ke DKI Jakarta. Untuk memecahkan persoalan tingginya surplus beras di Bojonegoro ini,” ungkap Politisi asal Partai Gerindra ini.

Ibu dua anak ini juga mendorong operasional gudang pengeringan padi di Kecamatan Dander guna menolong petani mengeringkan gabah saat panen.

“Kebanyakan petani langsung tebas di tempat. Ini yang menjadikan kualitas gabah menurun,” tandasnya.

Sally juga menyayangkan ketidakhadiran Peradi dalam hearing kali ini. Karena, seharusnya asosiasi petani memiliki peran penting dalam menyelesaikan masalah para petani.

Baca Juga :  Tim SAR Gabungan Masih Cari Warga Hanyut di Gondang

Sementara itu, sebagai upaya memecahkan persoalan itu, Dinas Ketanahan Pangan dan Pertanian (Disperta) Kabupaten Bojonegoro, melakukan berbagai langkah. Salah satunya mengadakan penjajakan kerja sama dengan PT Wilmar Padi Indonesia untuk menyerap gabah langsung dari petani.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Bojonegoro, Helmy Elisabeth, mengatakan, telah melakukan langkah-langkah dalam upaya membantu petani mendapatkan harga yang baik, serta meningkatkan serapan beras di Bojonegoro. Mulai dari koordinasi dengan Bulog Bojonegoro.

“Sampai pada penjajakan kerja sama dengan PT Wilmar Padi Indonesia di Kabupaten Ngawi,” pungkasnya. (*Rin)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *