Berita UtamaKabar Kota

Kepala Kejari Bojonegoro: Masyarakat Harus Paham Tentang New Normal

173
×

Kepala Kejari Bojonegoro: Masyarakat Harus Paham Tentang New Normal

Sebarkan artikel ini

suaradesa.co (Bojonegoro) – Kepala Kejaksaan Negeri (Kejari) Bojonegoro, Sutikno menyampaikan bahwa pemahaman masyarakat tentang konsep “Normal Baru” menjadi bagian terpenting dalam mempersiapkan dan sebelum penerapan Normal Baru atau New Normal.

“Jangan sampai masyarakat tidak faham tentang konsep ini,” kata Sutikno saat menghadiri rapat koordinasi persiapan konsep New Normal bersama Bupati Bojonegoro Anna Mu’awanah dan elemen masyarakat di Pendapa Malwopati, Minggu (31/5/2020).

Ada enam syarat dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) yang harus benar-benar terpenuhi sebelum Kabupaten Bojonegoro menerapkan New Normal. Pertama, harus memiliki bukti bahwa penularan Covid-19 sudah bisa dikendalikan.

Kedua, sistem kesehatan yang ada sudah mampu melakukan identifikasi, isolasi, pengujian, pelacakan kontak, hingga melakukan karantina orang yang terinfeksi. Sistem kesehatan ini mencakup rumah sakit hingga peralatan medis.

Baca Juga :  Pemkab Bojonegoro Siapkan Bansos Anak Yatim dan Terlantar Sebesar Rp10,8 Miliar

Ketiga, risiko wabah virus corona (Covid-19) harus ditekan untuk wilayah atau tempat dengan kerentanan yang tinggi.

Keempat, penetapan langkah-langkah pencegahan di lingkungan kerja. Meliputi, penerapan jaga jarak fisik, ketersediaan fasilitas cuci tangan, dan penerapan etika pernapasan seperti penggunaan masker.

Kelima, risiko terhadap kasus dari pembawa virus yang masuk ke harus bisa dikendalikan. Kemudian kriteria keenam, masyarakat harus diberikan kesempatan untuk memberi masukan, berpendapat dan dilibatkan dalam proses masa transisi menuju New Normal.

Baca Juga :  Keponakan Aniaya Paman Hingga Tewas

Kajari menilai syarat tersebut sudah dilakukan oleh Pemerintab Kabupaten Bojonegoro. Akan tetapi, apa yang sudah dilakukan oleh pemerintah ini harus dievaluasi kembali untuk mematangkan konsep New Normal mendatang. Harus benar-benar dimatangkan.

“Mengevalusi apa yang sudah berjalan, kondisinya bagaimana, kesimpulannya bagaimana, berdasarkan data yang valid,” lanjutnya.

Menurut dia, jika masyarkat tidak memahami sepenuhnya apa itu New Normal, bisa jadi penerapan New Normal di Kabupaten Bojonegoro tidak akan berjalan secara maksimal. Peran serta dukungan masyarakat sangatlah penting.

“Masyarakat harus diberi pemahaman dulu, supaya tidak gagal faham,” tegasnya.(sar/*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *