Pertamina EP Cepu
Berita UtamaKabar Desa

Kampoeng Thengul Margomulyo Siap Hadirkan Destinasi Wisata

75
×

Kampoeng Thengul Margomulyo Siap Hadirkan Destinasi Wisata

Sebarkan artikel ini

Suaradesa.co (Bojonegoro) – Belasan anak dengan baju dan sampur senada tampak kompak menari di depan rumah salah seorang warga Dusun Kedungkrambil, Desa Sumberjo, Kecamatan Margomulyo, Kabupaten Bojonegoro, Jum’at (20/5/2022) kemarin.

Raut ceria menghiasi wajah anak-anak dari salah satu sekolah dasar di Margomulyo tersebut mengikuti kegiatan Pelatihan Tari Thengul yang dihelat di Kampoeng Thengul, sebuah inisiatif wisata edukasi berbasis budaya yang sedang dikembangkan di Bojonegoro.

Di tempat berbeda, anak-anak usia 6-8 tahun tampak tekun melukis media berbahan kayu yang diberi gambar karakter thengul.

Nampak dua pemuda bertindak sebagai mentor mengarahkan anak-anak cara memulas warna dengan kuas dan cat yang telah disediakan.

Baca Juga :  IDM Desa Tanggir Meningkat, Terus Lakukan Pengembangan Ekonomi

Dua kegiatan tersebut merupakan bagian dari event pada studi visitasi sosial kultural Thengul oleh Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Jawa Timur.

Selain pelatihan tari dan workshop kreatif, dihelat pula pergelaran mini Wayang Thengul berkolaborasi dengan kelompok kesenian New Putro Baskoro.

Dalang dan penabuh gamelan yang semuanya merupakan warga Dusun Kedungkrambil kompak membawakan pertunjukan bertajuk Bedah Sedayu yang mampu memikat para penonton.

Di akhir acara, para tamu disuguhi sajian kuliner tradisional khas kampung seperti sayur menir, bothok wader, pelas, lodeh terong hingga sop ikan nila.

Baca Juga :  Warga Desa Ketileng Tolak Pembangunan Kandang Ayam

Ada pula kudapan ringan yang diberi nama Dorambil, kue berbahan tepung berbentuk bulat seperti dorayaki khas Jepang yang diberi topping krambil (kelapa).

Sementara itu, Kepala BPSDM Jatim, Aries Agung Paewai, mengatakan, destinasi “Kampoeng Thengul” dipilih karena telah mendapat penghargaan nasional sebagai Warisan Budaya Tak Benda.

“Sehingga diharapkan dapat turut menjaga tradisi, budaya dan kearifan lokal tetap berkelanjutan sebagaimana salah satu target dalam Sustainable Development Goals (SDGs),” pungkasnya. (*Rin)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *