Berita UtamaKabar Desa

Ditutup Saat Pandemi, Wisata Edukasi Pejambon Tambah Spot Foto

79
×

Ditutup Saat Pandemi, Wisata Edukasi Pejambon Tambah Spot Foto

Sebarkan artikel ini

Suaradesa.co (Pejambon) – Wisata Edukasi Pejambon di Desa Pejambon, Kecamatan Sumberjo, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, ditutup bagi masyarakat umum akibat Pandemi Covid-19.

Ketua BUMDes Sarana Mandiri Desa Pejambon Andi Wimratani, mengungkapkan, penutupan wisata edukasi tersebut sesuai surat imbauan dari Pemkab Bojonegoro untuk memutus rantai Covid-19.

“Kita taat dan patuh terhadap aturan pemerintah. Jadi ya ditutup sementara sampai batas waktu yang tidak ditentukan,” ujarnya pada Suaradesa.co, Kamis (31/12/2020).

Menurutnya, pada masa penutupan Wisata Edukasi Pejambon ini akan dimanfaatkan untuk pembenahan dan menambah spot-spot selfi.

“Juga membuat inovasi-inovasi lainnya,” ungkapnya.

Baca Juga :  Wintari, Menginspirasi Lewat Kiprah Kepemudaan

Dikatakan, selama Pandemi Covid-19 di tahun 2020, Wisata Edukasi Pejambon ramai dikunjungi warga baik dari lokal desa maupun luar desa di seputaran Bojonegoro.

“Sekarang mulai menurun, apalagi ada penutupan ini. Ya, otomatis tidak ada pengunjung sama sekali,” imbuhnya.

Wisata Edukasi Pejambon sempat menjadi salah satu contoh bangkitnya perekonomian masyarakat desa yang telah terpuruk akibat pandemi Covid-19. Namun, kembalinya Bojonegoro berstatus zona merah, pihak pengelola harus menunggu insruksi selanjutnya.

“Kami berharap, Pandemi segera berlalu dan geliat wisata berbasis desa kembali bangkit,” tandasnya.

Baca Juga :  PEPC Partisipasi 23 Tanaman Untuk Puthuk Kreweng

Wisata Edukasi Pejambon dikelola oleh Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Sarana Mandiri memiliki luasan sekitar 1,5 hektare. Terdapat enam wahana yang dapat dinikmati pengunjung. Yakni Wahana Kolam renang, Motor ATV, Flying Fox, Taman Kolam Renang, wisata tengah sawah dan museum pertanian.

Andi berharap, meski di tengah pandemi dengan adanya wisata edukasi ini dapat meningkatkan perekonomian warga desa. Karena selama ini telah menerapkan protokol kesehatan.

“Semoga saja ada solusi dari pemerintah, agar wisata desa terus bertahan di tengah gempuran Pandemi ini,” pungkasnya.(*rin)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *