Pertamina EP Cepu
Berita Utama

Beri Peringatan, DPRD Bojonegoro Tunggu Janji PT Rekind Lunasi Tagihan Vendor Lokal

60
×

Beri Peringatan, DPRD Bojonegoro Tunggu Janji PT Rekind Lunasi Tagihan Vendor Lokal

Sebarkan artikel ini

Suaradesa.co (Bojonegoro) – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bojonegoro, menggelar rapat dengar pendapat (hearing) dengan pengelola Lapangan Gas Jambaran Tiung Biru (JTB) Pertamina EP Cepu (PEPC) dengan kontraktor Engineering, Procurement and Construction – Gas Processing Facility/EPC-GPF) Jambaran – Tiung Biru (JTB) PT Rekayasa Industri (Rekind) di ruang paripurna, Rabu (11/5/2022).

Wakil Ketua DPRD Bojonegoro, Sahudi, mengatakan, jika pertemuan ini digelar karena banyaknya keluhan dari kontraktor lokal sebagai vendor PT Rekind yang belum mendapatkan pembayaran untuk beberapa paket pekerjaan.

“Kami beberapa kali mendapat aduan dari kontraktor lokal jika belum mendapat pembayaran padahal pekerjaannya sudah selesai,” imbuhnya.

Baca Juga :  250 PPPK Guru di Bojonegoro Terima SK

Politisi asal Partai Gerindra ini memberi ultimatum jika sesuai janji yang diberikan oleh PEPC dan PT Rekind, pada bulan Juli 2022 nanti semua tagihan harus sudah diselesaikan.

“Jika tidak, kami akan ke PEPC dan Rekind di Jakarta untuk meminta pertanggung-jawaban,” tegasnya.

Senada, Ketua Komisi B, Sally Atyasasmi menyatakan, jika ada 51 invoice berikut nomornya dari beberapa vendor lokal yang merasa belum mendapat pembayaran dari PT Rekind.

“Bahkan, ada tagihan tahun 2020 yang belum dibayarkan,” imbuhnya.

Baca Juga :  Satgas B Mulai Verifikasi Warga Desa Ngelo untuk Proyek Bendungan Karangnongko

Sally meminta, agar PEPC dan PT Rekind memperhatikan rakyat kecil karena mereka bukan pengusaha nasional dengan modal besar. Contohnya, pemilik catering yang juga belum mendapat respon meski berkali-kali mengajukan tagihan.

“Mereka ini kan pengusaha kecil, catering itu tidak bisa berhutang. Belanja di pasar ya bayarnya cash, beli sayur cash, beli daging cash, semua cash. Kasihan kalau tidak dibayar padahal makanannya kan sudah habis,” tandasnya.

Sally meminta agar PT Rekind ini tidak meninggalkan masalah setelah semua pekerjaan yang tinggal sedikit lagi selesai. (*Rin)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *