Suaradesa.co, Tuban – Pemerintah Kabupaten Tuban di bawah kepemimpinan Bupati Tuban, Aditya Halindra Faridzky, S.E., terus mendorong peningkatan kualitas pelayanan kepada masyarakat.
Persagi Tuban Kupas Tuntas Gizi Seimbang untuk Wujudkan Generasi Emas 2045
Pemerintah Kecamatan Semanding berinovasi mendekatkan pelayanan publik melalui program DIMAS GADING (Diskusi Masalah Warga Semanding).
Program DIMAS GADING menjadi wadah dialog terbuka antara pemerintah kecamatan dengan masyarakat untuk menyerap aspirasi sekaligus mencari solusi bersama atas berbagai persoalan yang dihadapi warga.
Pelaksanaan DIMAS GADING ke-9 digelar di Balai Pertemuan Dusun Krajan, Desa Bektiharjo, Kamis (29/1/2026). Forum diskusi ini dipimpin Sekretaris Kecamatan Semanding, Dwi Putri Novianie, dan dihadiri Kepala Desa Bektiharjo, para kepala dusun, pengurus RT/RW.
Sekcam Semanding, Dwi Putri Novianie, menjelaskan bahwa program DIMAS GADING dilatarbelakangi oleh banyaknya pesan dan aduan masyarakat yang masuk melalui media sosial Kecamatan Semanding.
Menindaklanjuti hal tersebut, pihak kecamatan berinisiatif melakukan pendekatan “jemput bola” dengan mengunjungi seluruh desa di wilayah Kecamatan Semanding.
“Melalui komunikasi yang terbuka dan langsung seperti ini, pemerintah dapat memahami kebutuhan dan persoalan warga secara lebih mendalam,” ungkapnya.
Ia menambahkan, pendekatan yang digunakan dalam DIMAS GADING bersifat personal dan partisipatif.
DIMAS GADING Serap Aspirasi Warga Tuban
Melalui forum DIMAS GADING, warga diberi kesempatan menyampaikan berbagai persoalan dan usulan, mulai dari pelayanan kependudukan, program pembangunan, hingga optimalisasi potensi desa.
Di sisi lain, pemerintah kecamatan juga memanfaatkan forum tersebut untuk menyampaikan informasi terkait program pembangunan daerah maupun kecamatan.
“Selain sebagai ajang silaturahmi, forum ini juga menjadi sarana kami untuk mendengar dan menyerap aspirasi masyarakat secara langsung,” jelasnya.
Salah satu warga Dusun Krajan, Desa Bektiharjo, Yatno, mengapresiasi pelaksanaan DIMAS GADING di desanya.
Ia menuturkan warga dapat dengan leluasa menyampaikan “uneg-uneg”, mulai dari pembangunan infrastruktur, distribusi pupuk, hingga pelayanan kependudukan. (fa)







